Diposkan pada Instagram

About Instagram

Photo 2-17-15

“kira-kira bulan Juni tahun lalu (2014) sih.”

yap. itu adalah jawaban yang selalu gua pakai setiap orang menanyakan pertanyaan:

“kapan lo mulai instagraman ?”

“… kalo gak ada Indovidgram gue gak akan se produktif hari ini sih.”

dan jawaban di atas, adalah jawaban berikutnya atas pertanyaan:

“apa yang bikin lo mau eksis di instagram?”

well, Gue ada akun instagram sebenarnya semenjak 2012. Smartphone gue saat itu adalah Samsung Galaxy Tab 7.0 dengan OS mentok di Honeycomb. Which is, gue gak bisa unggah video meskipun saat itu Instagram sudah bisa video. Saat itu gue masih sangat apatis terhadap dunia sosial media. Bukan berarti gue tidak tahu akan hal itu, tapi lebih ke arah yaudalah. Fokus gue saat itu masih di pekerjaan gue sebagai tenaga pengajar di bidang musik. Nama instagram gue saat itu pun masih @kristianfebrian, lalu gue ubah jadi @christianfebrianto, @christianfebrian, hingga akhirnya gue ubah menjadi @christianbong. Bagi yang bingung kenapa “bong”, ya sesimpel Bong itu adalah marga tionghoa gua. Yap, gue adalah orang Indonesia keturunan Tionghoa.

Back to topic! Memasuki tahun 2014 tepat di awal tahun, gue beli smartphone baru yaitu iPad mini. Nah, dari situ, jujur gue mulai lebih produktif lagi di dunia sosial media. Tapi waktu itu masih belom pake hashtag, gue masih puas dengan kurang lebih saat itu 200 atau 300 orang total followers gue, which is mostly mereka adalah teman-teman gue dari kampus, sekolah, atau circle lainnya. Berikut gue lampirkan video pertama yang gue post, 50 minggu (hampir setahun) silam:

Photo 2-17-15

Bisa dilihat ya, hashtag gue masih ke bule an banget. He he he 😀 Tujuan gue membuat video-video tersebut saat itu sangatlah sepele. Gue hanya ingin “kabur” dari rutinitas gue saat itu sebagai tenaga pengajar. Tidak mudah menjadi tenaga pengajar. Gue akan bercerita soal suka-duka mengajar di Indonesia di posting-an berikutnya ya! Nah, turning point nya adalah semenjak gue post video ini kira-kira 37 minggu silam:

Photo 2-17-15-2

Video itu direpost atau istilah bekennya adalah diregram oleh Indovidgram. Nah, semenjak hari itu, jujur cara pandang gue terhadap dunia Instagram dan sosial media berubah sepenuhnya. Gue jadi sangat aware terhadap apa peluang yang bisa gue selalu gali setiap harinya dari setiap posting. Dari semenjak itu pun gue mulai merilis beberapa hashtag pribadi gue seperti #publiccover , #satujariajacukup, #collabjauh, hingga akhirnya gue merilis portal musik di Instagram bareng kawan gue @pfdksn, yaitu @indomusikgram. Gue di sini juga ingin mengucapkan terimakasih kepada teman-teman baru gue di circle instagram, kepada @kevinchocs @rainersantoso @davidbeatt @sonalibaba @alifpatterson @benakribo @vendryana @ardinhai @aulion @dhinoharyoo @chandraliow @marloernesto @devinaureel @veraveranica @rachelsutanto @gazellecross @saraexcellent @captainruby @yaelahbro @duoharbatah @edhozell @garciandyyy @acs_phinat @tommylimmm @danielkevins @nicholas_raven @janelorenti dan siapapun yang belum gue sebut, thank you for being a part of my socmed journey!

Singkat cerita, gue jadi produktif sekali di instagram, hingga akhirnya saat tulisan ini ditulis, followers (istilah untuk orang yang mengikuti kegiatan gue di dunia instagram) gue di Instagram menembus angka 27.4 k, atau setara dengan dua puluh tujuh ribu empat ratus sekian-sekian. Gue di sini ingin mengucapkan banyak sekali terima kasih karena berkat angka tersebut, profile gue di dunia sosial media juga jadi naik, dan produk-produk mulai berani ikutan nampang di lapak gua. Well, secara teknis Christian Bong sebelum dan sesudah hari ini adalah sama. Tapi ya gini lah dunia sosial media. Angka merupakan segalanya. Mau lo bantah gue dengan teori “banyakan alaynya” atau “likesnya ga sebanding” intinya ya angka itu sangat berpengaruh. Gue lagi males jelasin secara teori maap ya. He he he 😀

Secara garis besar, instagram gue banyak bergerak di bagian musik dan komedi. Bisa cek hashtag #bongmusicgram atau #bongjayusgram. No… no… i’m not a comedian. Itu bukan lapak gua. Tapi ya pernyataan itu bukan berarti gue gak boleh bikin sesuatu yang bertema demikian, bukan? Coba mampir aja ke tautan kedua hashtag di atas untuk mampir ke video-video musik atau komedi gua. Di bagian musik, gue seringkali membuat video tipe splitscreens seperti contoh ini:

S__4915277

atau video simpel atau gue sebut dengan “record and play”, seperti ini:

S__4915278

Bagi yang selama ini suka nanya “pake aplikasi apa mas/kak/bang/om?” gue akan jelaskan secara elaborate di postingan gue berikut-berikutnya ya. Tidak mungkin gue tumpahkan semuanya dalam satu posting-an. Selain di dunia video, gue juga sempat merilis beberapa seri cerita pendek yang gue beri nama hashtag #indocerpen. Di hashtag ini, gue menulis cerita-cerita fiksi pake aplikasi komputer/laptop seperti Photoshop. Siapapun bisa bikin kok. Pake notes di smartphone anda juga bisa. Selama ini cerita yang terlintas di benak gua adalah cerita dewasa dan cerita misteri. Bisa dilihat salah satu contohnya:

S__4915280

Saat ini, gue tidak memiliki mimpi yang muluk-muluk. Gue hanya ingin bisa konsisten dan selalu berkarya, mengembangkan apa yang telah gue mulai, serta berupaya untuk terus berinovasi terhadap setiap karya yang gue buat. Dan gue berharap pula, agar semua orang yang sudah memilih untuk mengikuti gue di Instagram tidak menyesal karena telah mengenal gua secara publik. Suatu saat, gue yakin gue bisa ketemu kalian semua, yang membaca tulisan ini dan tidak mengenal gue secara personal. well, mungkin sekian sharing gue tentang awal mula gue instagram-an hingga hari ini.

i hope this post is not long enough for you to respond it with “TLDR. Terima kasih telah mampir ke web gue ini, dan sampai ketemu di tulisan gue berikutnya!

Iklan